Simpati Klewer, PKS Solo Minta Perayaan Tahun Baru Tak Berlebihan


SOLO - Politis PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Solo Abdul Ghofar Ismail meminta perayaan Tahun Baru oleh pemerintah Kota (Pemkot) Solo digelar sederhana. Hal itu sebagai bentuk simpati atas musibah terbakarnya Pasar Klewer, Sabtu (27/12) malam lalu.

“Perayaan-perayaan Tahun Baru tolong ditinjau ulang sebagai berkabung untuk Pasar Klewer. Kalau tidak bisa dibatalkan ya diubah. Sifatnya tidak perayaan ataupun senang-senang,” ujar Abdul Ghofar Ismail kepada wartawan, Senin (29/12) di gedung dewan, seperti dilansir Timlo.net.

Tidak hanya Pemkot, Ghofar juga berharap instansi lain biasa menggelar perayaan Tahun Baru seperti hotel dan restoran juga menyesuaikan dengan kondisi pascakebakaran Pasar Klewer. Hal ini mengingat terbakarnya pasar sandang itu tak hanya berdampak pada pedagang, namun juga masyarakat menggantungkan hidupnya pada aktivitas Pasar Klewer.

“Dampaknya panjang. Di sana juga ada tukang becak, PKL (pedagang kaki lima) jualan makanan, buruh angkut dan lainnya. Jadi dampaknya ini panjang. Kasihan mereka berduka, sedangkan yang lain senang-senang (merayakan) Tahun Baru,” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni Susana mengatakan, sejauh ini belum ada rencana membatalkan penyelengaraan Car Free Night (CFN). Seperti tahun-tahun lalu, setidaknya ada empat titik panggung dididrikan mulai dari Sriwedari hingga koridor Jl Jenderal Sudirman.

“Perayaan CFN di Jalan Jendral Sudirman menggunakan APBD sebesar Rp 100 juta. CFN sementara ini akan tetap jalan. Untuk pentas wayang orang nantinya diawali dengan umbul donga. Dengan harapan ke depan tahun 2015 bisa lebih baik lagi untuk Kota Solo, termasuk doa untuk Pasar Klewer,” terang dia.

0 Response to "Simpati Klewer, PKS Solo Minta Perayaan Tahun Baru Tak Berlebihan"

Post a Comment