Pernyataan Konyol Mendag: Harga BBM Tak Berkaitan Dengan Harga Barang


Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan kembali turun pada pukul 00.00 WIB atau 1 Januari 2015. Penurunan ini apakah akan membuat harga sembako maupun bahan pangan kembali turun yang sudah terjadi kenaikan?

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyebut, pada dasarnya turunnya harga BBM subsidi tidak ada pengaruhnya dengan harga bahan baku atau bahan pokok.

"Saya kira turunnya harga BBM itu enggak ada hubungannya sama bahan baku walaupun sekarang bahan baku sudah naik," jelas dia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 31 Desember 2014.

 Mendag menjelaskan, harga bahan pokok itu merupakan masalah supply dan demand. Jika suplainya kurang dan demandnya meningkat, otomatis harga sembako akan naik.

"Namun stok kita sampai sekarang cukup. Memang kami lihat ada pedagang yang tahan barang sehingga harga naik, apalagi pas mau tahun baru, karena mau cari untung lebih. Tapi itu semuanya masih dalam posisi yang bisa aman," paparnya.

Untuk itu, Rachmat akan berbicara dengan para pedagang harga bahan baku atau bahan pangan tidak ditahan, sehingga suplai kembali terjamin.

"Justru saya akan bicara dengan para pedagang supaya enggak tahan bahan baku atau bahan pokok. Saya akan bicara itu," imbuh Menteri yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Gobel Internasional.

Kendati demikian, dia memperkirakan harga sembako akan turun seiring turunnya harga BBM subsidi.

"Memang akan ada dampak dari penurunan ke bahan pokok, karena costnya turun. Jadi harga-harga akan turun," tukasnya. (okezone)

--------

Jika menilik pernyataan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, ada hal yang kontradiktif. Pada bagian awal, menteri perdagangan menjelaskan bahwa harga bahan pokok tidak dipengaruhi BBM, namun dipengaruhi supply dan demand. Namun pada akhir pembicaraan, Gobel menegaskan, bahwa ada dampak dari penurunan (BBM) ke bahan pokok karena costnya turun, sehingga harga barang pun turun.

Menurut Irwanto, salah seorang pemilik rumah makan di Solo, harga BBM tentu sangat berpengaruh pada harga barang. Karena sebagian besar barang didistribusikan dengan alat transportasi yang menggunakan bahan bakar.

"Wah, ya pasti ada dong hubungannya. Konyol ini Pak Gobel," ujar pria yang pernah bekerja di perusahaan perminyakan asing ini.

Irwan menambahkan, supply dan demand memang berpengaruh. Kenaikan harga BBM memperparah kondisi itu.

"Nggak usah BBM naik deh, harga barang sudah fluktuatif. Naik turun nggak karuan. Kalau BBM naik, otomatis harga ikut melambung. Tapi kalau BBM turun, harga barang susah turun," ujar Irwan sore ini, 31Desember 2014 kepada Piyungan Online.

Bismarck, seorang pemilik perusahaan transportasi di Tangerang menyatakan, kalau BBM naik, ongkos transportasi pasti naik. Tapi kalau BBM turun, agak sulit baginya untuk menurunkan harga ongkos transport. Pasalnya, BBM bukan satu-satunya elemen harga dalam usaha transportasi miliknya. Ada biaya upah sopir dan kenek, ada biaya tol, parkir dll.

"Gini, kalau BBM naik, semua naik. Kami harus hitung tarif tol, parkir, gaji sopir dan kenek. Kalau BBM turun, kan belum tentu tarif tol turun. Mana mau coba sopir dan kenek diturunkan gajinya?", ujar Pria kelahiran Kabanjahe ini melalui pesan singkat.

Jadi jelas sudah bahwa pernyataan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang mengatakan bahwa tak ada hubungan antara harga BBM dan harga barang, sangat ngawur dan konyol. Saking ngawur dan kontradiktifnya, Menteri Gobel pun membantah pernyataannya sendiri. (fs)

0 Response to "Pernyataan Konyol Mendag: Harga BBM Tak Berkaitan Dengan Harga Barang"

Post a Comment