[Pesawat Hilang] Semua Sibuk Jumpa Pers, Bukti Pemerintahan Jokowi Tak Kompak

Arif Poyuono - Foto : Net 
Arief Poyuono, seorang mantan instruktur keselamatan penerbangan menyatakan, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla terlihat jelas tidak satu komando dan tidak melakukan koordinasi menghadapi keadaan darurat. Pernyataan Arief ini terkait dengan jumpa pers yang dilakukan banyak pihak di Pemerintahan Jokowi dalam hal hilangnya Pesawat AirAsia QZ 8501.

"Ini Kabinet Kerja Jokowi-JK malah sibuk konfrensi pers masing-masing. Ini Wapres konfrensi pers, Menko Maritim konfrensi pers, Kepala KNKT konfrensi pers, Menteri Perhubungan barusan juga konfrensi pers dan menetapkan Dirjen Perhubungan Darat sebagai Jubir," ungkap Arief, sesaat lalu, Senin 29 Desember 2014.

Arief mengingatkan, di negara manapun, bila ada pesawat hilang atau jatuh, semua departemen terkait bekerja sama di bawah koordinasi dan komando SAR.

"Dan standarnya yang boleh jadi jurubicara itu kepala SAR," demikian Arief. 
Jumpa pers yang terpisah-pisah seperti ingin menunjukkan kinerja pihak-pihak tersebut dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan Air Asia. Cukup mengherankan dan memprihatinkan, pejabat Indonesia begitu haus kamera dan media, sementara Air Asia sebagai pihak yang paling berkepentingan,  melalui jumpa pers semalam 28 Desember 2014 saja, sudah menyerahkan proses pencarian dan penyelamatan ini kepada pihak Basarnas. [*/fs]


0 Response to "[Pesawat Hilang] Semua Sibuk Jumpa Pers, Bukti Pemerintahan Jokowi Tak Kompak"

Post a Comment