Ini Kisah Pilot yang Pertama Kali Menemukan Puing Air Asia


Kapten Hercules 1320, Kapten (Pnb) Irwanda Syafriadi (kiri depan)

Kapten pesawat Hercules 1320 yang ditugaskan untuk mencari AirAsia QZ8501, Kapten (Pnb) Irwanda Syafriadi, mengaku sudah menduga akan menemukan puing pesawat.


"Saya sudah perasaan tuh pasti ada di sana," ujar Irwanda di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2014.


Irwanda lantas menuturkan kisah lengkap pencariannya hari ini. Sekitar pukul 05.00 WIB, seluruh awak pesawat Hercules yang akan diberangkatkan mengadakan apel. Saat itu, semua mendapat penempatan sektor yang harus dituju.


"Awalnya saya disuruh ke Sektor 4, tapi ada penemuan sebelumnya, jadi saya langsung pukul 10.00 WIB berangkat ke Sektor 5," tutur Irwanda.


Dari penugasan mendadak itulah ia mengaku sudah memiliki firasat bahwa di sektor yang dituju akan ditemukan sesuatu.


Saat mengudara, Irwanda mengaku tidak berani melihat sendiri hasil pantauan udara. 

"Mereka-mereka ini aja yang laporan, saya tinggal bawa pesawat," ucapnya sambil menunjuk kopilot Lettu (Pnb) Galang yang duduk di sebelahnya.


Saat menemukan puing, pelampung, serta jaring kargo di titik S 03 54 ' 481 " dan E 110 31 ' 040 ", Irwanda mengaku miris. 

"Saya memikirkan keluarga mereka. Pasti sedih. Saya tidak tahu harus merasa apa," tukasnya.


Mengingat keluarga korban, Irwanda mengimbau media agar tidak terlalu menyoroti kesedihan mereka. 

"Sudah pasti sedih, jangan terlalu disorot. Kasihan," ucap Irwanda.


Meski demikian, Irwanda mengaku senang karena pada akhirnya, semua pihak, terutama keluarga penumpang dan awak pesawat bisa mendapat kepastian.

"Saya senang karena setidaknya keluarga bisa dapat kepastian," katanya.

Setelah melaporkan hasil temuan ke Badan SAR Nasional, Irwanda bersama 12 awak kapal lainnya mendarat kembali di Lanud Halim Perdanakusuma pukul 14.00 WIB. [han/fs]

0 Response to "Ini Kisah Pilot yang Pertama Kali Menemukan Puing Air Asia"

Post a Comment