Andi Arief : Ahok Bohong Soal Kenaikan APBD!

Andi Arief
Kenaikan APBD 2014 menjadi sebesar 72,9 T yang dibanggakan Ahok sebagai bentuk keberhasilan Pemprov DKI, ternyata hanya kebohongan belaka.

Hal ini diungkap Andi Arif, mantan Staf Khusus Presiden SBY, hari ini, Jumat 31 Oktober 2014.

Mengawali pernyataannya, Andi Arif mengatakan, pengungkapan ini tak didasari kebencian, apalagi kebencian rasial.

"Saya tak membenci Ahok dari segi apapun, apalagi rasis. Tapi dia (Ahok) ini sangat manipulatif dan tidak bisa bekerja", terang Andi.

Ahok, yang ketika tahun 2013 menjanjikan kenaikan pendapatan dan  penyerapan anggaran, ternyata banyak meleset dalam kenyataannya.

Namun, menurut Andi, banyak orang yang memaafkan janjinya yang banyak meleset soal realisasi pendapatan dan penyerapan anggaran.

Andi juga menambahkan, banyak orang yang mengetahui kebohongan Ahok soal APBD juga diam saja.

"Juga banyak yang diam saja disaat dia (Ahok) menyombongkan naiknya APBD, padahal kenaikan itu ditopang bukan karena kinerja tapi sisa anggaran dan bantuan pusat", jelas Andi.

Andi Arif lalu mempertanyakan, apakah publik harus menerima semua janji Ahok yang meleset?

"Apakah tahun 2014 ini harus menerima semua janji yang meleset? Realisasi pendapatan dan penyerapan anggaran sangat minim, terburuk sejak DKI ada!", tegas Andi

Tapi bukan Ahok namanya kalau tak mampu berkelit. Ahok tetap ingin menutupi kelemahannya itu dengan berpropaganda APBD tahun 2015 akan mencapai 80 T.

"Ahok masih berpropaganda, APBD tahun 2015 akan mencapai 80T. Sumbernya bukan kinerja, tapi anggaran yang tak bisa dibelanjakan, bukan dari meningkatnya realisasi pendapatan!",ungkap Andi.

Lebih lanjut, aktivis 98 itu menambahkan, pemasukan pajak yang ditargetkan mencapai 32T, ternyata baru tercapai lebih dari separuhnya.

"Dari target pajak saja yang 32 T, baru tercapai separuhnya lebih. Ada apa dengan Ahok? Berdasarkan data Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) DKI Jakarta, hingga September 2014, realisasi penyerapan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 masih bergerak di angka 30 persen", ungkap Andi.

"Dari jumlah tersebut, penyerapan anggaran untuk pembangunan infrastruktur hanya sekitar 0,01 persen. Selebihnya merupakan penyerapan anggaran untuk gaji pegawai, alat tulis kantor, dan pembayaran tagihan telepon, air, listrik dan internet", terang Andi.

Pernyataan Andi Arif ini didukung Kepala ULP DKI Jakarta I Dewa Gede Sony Ariyawan. Sony mengatakan, hingga saat ini, paket kegiatan yang sudah rampung lelang baru mencapai 2.037 paket dengan total nilai kontrak sebesar Rp 9,093 miliar.

Nilai kontrak tersebut hanya 0,01 persen dari nilai APBD DKI 2014 yang mencapai Rp 72,9 triliun.

Seperti diketahui sebelumnya, saat pelantikan Jokowi menjadi Presiden, 20 Oktober 2014 lalu, Ahok  mengatakan akan menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI agar dapat melonjak menjadi Rp 120 triliun di tahun 2015. Pada 2014, APBD DKI tercatat Rp 72,9 triliun.

"Uang-uang yang masuk ke DKI ini harus dijamin agar tidak bocor. Semua orang harus membayar pajak, tetapi berdasarkan asas keadilan," sebut Ahok, ketika ditanya  cara mendongkrak APBD itu. (fs)

http://www.lesprivatkasiva.com/

0 Response to "Andi Arief : Ahok Bohong Soal Kenaikan APBD!"

Post a Comment