Analisa Anis Matta: "Konflik Turki-Rusia"


"Konflik Turki-Rusia" 

Oleh: Anis Matta*

1. Sebuah perang terbuka antara Rusia dan Turki mungkin tidak akan segera terjadi setelah insiden SU 24..

2. Tapi tindakan Turki itu diyakini banyak pihak sbg langkah berani yg tdk akan dilakukannya tanpa dukung Washington..

3. Paling tidak kelompok tertentu dari "deep state" AS yg diketahui atau tidak diketahui Obama..

4. Dukungan NATO atas tindakan Turki mengkonfirmasi keterlibatan Washington tsb..

5. Tp itu juga yg tampaknya membuat Rusia menahan diri dan membaca situasi ini dlm dimensi yg lbh luas serta lebih berhati2 dan diplomatis..

6. Provokasi Washington itu berhasil membuat semua pendekatan diplomasi Rusia-EU jadi hambar..

7. Dan secara cerdas terus memprovokasi Rusia utk terlibat lebih dalam dipusaran konflik..

8. Siapa tahu Syria bisa jadi Afghanistan kedua bagi Rusia..

9. Rusia menyadari benar provokasi Washington tsb dan karenanya tdk akan bertindak bodoh dan ceroboh..

10. Rusia mungkin tidak akan menurunkan pasukan darat di Syria..

11. Paling tdk dlm waktu dekat.. Karena Putin menyadari benar kuatnya penolakan publik Rusia utk itu..

12. Sebaliknya, Rusia justru akan menggunakan momen ini sbg alasan utk membangun basis militer yg lbh besar dan masif di Syria..

13. Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan perang yg lebih besar yg tensinya semakin tinggi..

14. Antisipasi terhadap berbagai skenario terburuk itulah yg sdg dilakukan Rusia..

15. Selain itu, Rusia juga mungkin akan memperkuat basis koalisi politik dan militer di luar Iran dan Syria..

16. Dan ditengah hub Sisi yg rusak dg Teluk dan AS, tdk mustahil Mesir akan menjadi bagian dr koalisi itu..

17. Paling tidak itu terlihat pada manuver bersama Rusia-Mesir dlm agenda perang melawan ISIS..

18. Sementara itu, Rusia tentu saja akan mengubah keseluruhan sikapnya kpd Turki..

19. Sanksi ekonomi yg sdh mulai dijalankan mungkin terus berlanjut dg daftar sanksi tambahan sampai ada perubahan sikap dr pihak Turki..

20. Walaupun tampak menerima banyak dukungan atas sikapnya yg heroik..

21. Tapi pernyataan2 Erdogan stlh insiden SU 24 sama sekali tidak mendukung pemulihan hubungan dg Rusia..

22. Sebaliknya justru makin memperdalam konflik bilateral.. Dan itu tidak menguntungkan bagi Turki..

23. Dalam kerangka eskalasi itulah kita menyaksikan bagaimana mesin2 perang sdg dan akan segera memenuhi kawasan berapi itu..

24. Bahaya dari eskalasi itu terletak pd fakta bhw tdk ada yg tahu apa yg sdg direncanakan oleh kekuatan2 besar global..

25. Eskalasi itu terjadi dlm situasi yg penuh misteri.. Satu triger kecil bisa serta merta menyulut perang besar..

26. Yg pasti semua kekuatan global menjadikan agenda perang melawan ISIS sbg pintu masuk..

27. David Cameron dan Francois Hollande sama2 meminta dukungan parlemen utk melakukan serangan udara..

28. Itulah target dr dua kali serangan teroris ke Perancis: menyeret mereka ke pusaran konflik yg selama ini ditolak oleh publik dan parlemen..

29. Dalam perspektif keamanan nasional kita perlu memantau dg cermat perkembangan eskalasi konflik global saat ini..

30. Karena konflik ini sangat rumit dan kompleks serta berlangsung dlm suasana yg sangat misterius..

__
*dirangkum redaksi PIYUNGAN ONLINE dari twitter @anismatta (01/12/2015)


0 Response to "Analisa Anis Matta: "Konflik Turki-Rusia" "

Post a Comment